Mungkin bisa puluhan kali kita melewati jalur Puncak-Cipanas, tapi sudah berapa kalikah anda mampir di TWA ( Taman Wisata Alam ) Telaga Warna ? mungkin saja jawabannya belum sama sekali. Walaupun terletak di tepi jalur Puncak-Cipanas, tepatnya sekitar 250 meter sebelum Restoran Rindu Alam dari arah Ciawi, yang merupakan salah satu jalur wisata terfavorit warga Ibukota namun tetap saja masih kalah ramai dibanding tempat-tempat wisata sekitarnya, seperti Masjid Ta’awwun, Kebun Teh Gunung Mas, Taman Safari dan yang lainnya. Padahal TWA Telaga Warna mempunyai keunikan tersendiri dengan keindahan alam dan legendanya serta dilengkapi dengan sarana dan prasarananya.
Dahulu kala di kawasan Puncak tepatnya dilereng Gunung Lemo kompleks pegunungan Mega Mendung terdapat sebuah kerajaan bernama Kutatanggeuhan atau kerajaan Kemuning Kewangi dengan rajanya bernama Prabu Swarnalaya. Pada suatu masa puteri kerajaan yang bernama Gilang Rukmini memiliki keinginan agar disetiap helai rambutnya dihiasi emas permata. Karena tidak terpenuhi keinginannya, sang puteri marah dan melemparkan perhiasan yang diberikan sang baginda raja. Pada saat bersamaan timbul keajaiban, bumi berguncang dan dari permukaan tanah keluarlah air yang semakin lama semakin besar dan membentuk sebuah danau atau telaga yang membenamkan kerajaan Kutatanggeuhan beserta isinya, dan dari dasar memancar cahaya yang berwarna warni. Dari saat itulah danau/telaga tersebut diberi nama Telaga Warna.
Legenda yang lain adalah di Telaga Warna hidup dua ekor ikan purba yang konon ada sampai sekarang, ikan purba yang berwarna merah namanya si Layung dan yang hitam si Tihul. Ikan ini sangat jarang menampakkan dirinya, tetapi menurut kepercayaan masyarakat, apabila ada orang yang mampu melihat ikan tersebut berenang dan meloncat ke atas permukaan air telaga maka segala cita-citanya akan tercapai dan terkabulkan. Selain itu banyak orang yang percaya bahwa air telaga memiliki khasiat yang ampuh untuk pengobatan, sehingga banyak peziarah yang mengambil air telaga warna untuk dibawa pulang.
Selain menikmati keindahan alam kegiatan lain yang dapat dilakukan di TWA Telaga Warna adalah wisata perahu. Ada dua jenis perahu yang disewakan yaitu perahu karet dan perahu dari bambu, tinggal dipilih mana yang lebih cocok. Hanya dengan ongkos sewa Rp 10,000 per orang kita bisa sepuas-puasnya berkeliling Telaga. Fasilitas rekreasi yang dapat meningkatkan adrenalin juga tersedia seperti : Flying Fox, V Bridge, Elvis Bridge sekaligus dilengkapi dengan camping ground bagi anda yang betul-betul mau menyatu dengan alam. Hutan di kawasan TWA Telaga Warna merupakan tipe hutan tropis hujan pegunungan ( Tropical Rain Forest ) dengan berbagai keanekaragaman hayati. Jenis flora yang mendominasi kawasan ini diantaranya : Tebe ( Sloanea Sigun ), Saninten ( Castanopsis Argentea ) dan berbagai anggrek serta tanaman obat.
Asyiknya bermain Flying Fox
Perahu Bambu yang siap mengantar anda keliling Telaga Warna
Satwa liar yang hampir dapat dipastikan kita temui ketika berada di Telaga Warna adalah Kera ( Macaca Fascularis ). Kalau beruntung hewan lain yang dapat kita temui adalah : Babi hutan ( Sus Vitasus ), Owa Jawa ( Hylobathes Moloch ), Elang Jawa ( Spizaetus Bartelsi ) dan Elang Brontok ( Spizaetus Cirrhatus ). Dengan berbagai fasilitas, kekayaaan flora dan fauna serta keterbatasan-keterbatasan yang ada TWA Telaga Warna bisa menjadi salah satu alternatif tujuan wisata di Kawasan Puncak Jawa Barat.
( By : AMGD )
Cara menuju ke Telaga Warna :
Bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi dari pintu tol Ciawi tinggal ikutin jalan ke arah Puncak. Anda akan memasuki areal perkebunan teh, kemudian melewati masjid Ta’awwun. Kurang lebih 2 kilometer setelah Masjid Ta’awwun atau 250 meter sebelum Restoran Rindu Alam disebelah kiri jalan ada papan petunjuk Telaga Warna. Dengan kendaraan umum dari arah bogor ambil kendaraan jurusan Cipanas. Kemudian tinggal pesan sama sang kernet minta diturunkan TWA Telaga Warna. Lokasi koordinat : S 06042.152’ E 106059.815’. Untuk informasi lain juga bisa menghubungi Pak Uje : 081912066364



0 komentar:
Posting Komentar